Salam Rindu Tuk Sahabat-sahabat Tercinta

Posted by Awalludin Ma'rifatullah Senin, 24 Februari 2014 0 komentar


Malam Terang Bulan Di Pondok Tercinta
Assalaamu’alaikum. Wr. Wb.
Nganjuk 3 Maret 2002, Malam itu  Ane  melihat  ke  langit.  Di  arah  barat Ane lihat  bulan bersinar terang dengan bulat bentuknya. Betapa  indah malam  itu.  Bulan  menerangi  bumi  dengan  segala  isinya,  saat  itu  Ane sedang belajar bersama teman-teman dengan penuh semangat. Ane membaca pelajaran, menghafal dan memahami di tengah halaman  yang  luas  dan  di  bawah  langit di antara pohon mangga yang rindang dedaunannya, di bawah langit malam yang diterangi  bulan  purnama  yang sangat  indah dan dihiasi Bintang-bintang  yang  berkedap-kedip  bertebaran  di  langit  luas.  Ini  semua  adalah tanda-tanda  keagungan  Allah, “Maha Suci Engkau wahai Tuhanku”. Hanya kepadamu kami menyambah dan hanya kepadamu kami mohon pertolongan.
                                                                                                                            Selengkapnya....

Saat itu Ane berada di Pondok Pesantren Modern Al-Barokah, Pondok modern yang asri, pondok modern yang tenang, pondok modern yang Ane rindukan, ingin rasanya kembali kemasa-masa saat ku belajar disana, memperbaiki kesalah yang pernah Ane lakukan, memperbaiki diri agar lebih berguna dan lebih baik di masa sekarangdan masa depan. Tapi semua terlambat, ibarat kata pepatah, nasi telah menjadi bubur.
Sungguh, Ane sangat merindukan saat-saat kebersamaan dengan teman-teman seperjuangan dari seluruh pelosok Nusantara, dari seluruh penjuru Tanah Air Tercinta Indonesia, jauh dari rumah, jauh dari orang tua. Belajar bersama dengan para Ulama, dengan para Ustadz. Walaupun sering kali tubuh ini merasakan pukulan dari para ustadz karena tidak mengerjakan tugas ataupun tidak hafal pelajaran, terkadang juga terkena pukulan dari para mudabbir, karena tidak berbicara menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris, ataupun berpura-pura sakit sehingga harus membersihkan Kamar mandi. Tak kala sering pula harus dipukuli karena terlambat untuk mengikuti lari pagi maupun lari sore oleh bagian olahraga. Sungguh diri ini merindukan masa-masa di PM Al-Barokah. Di Pondok ini Ane belajar arti disiplin, Ane belajar bahasa Islam, sejak belajar di sana Ane bisa berbahasa Arab dan berbahasa inggris.
Tiada terasa 11 tahun telah berlalu, sejak Ane memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran ane, meninggalkan Pondok tercinta, sejak saat itu, Ane sering kali menangis ingin kembali mengulang masa-masa indah belajar agama di PM Al-barokah. Tapi semua takkan pernah bisa Ane ulangi. Hari ini, Ane menuliskan untaian kata-kata ini untuk mengenang masa-masa indah dulu, bersama sahabat-sahabat tercinta.
Jika suatu hari kalian membaca tulisan ini, Ane berharap kalian bisa memaafkan kesalahan dan kekhilafan Ane di masa lalu, dahulu Ane pasti pernah menyakiti kalian. Ane sadari, Ane pun sering kali merugikan kalian, membuat kalian juga terhukum oleh para ustadz/ mudabbir. Sungguh Ane menyesali perbuatan bodoh Ane dimasa lalu, saat kalian membaca Tulisan ane ini ane mohon maaf lahir bathin dari lubuk hati ane yang paling dalam.
Salam rindu beserta sayang, Awalludin, S.Pd.I
I Love Krean Class Two B 2001-2002 PM Al-Barokah Nganjuk Jawa Timur
Wassalaamu’alaikum. Wr. Wb.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Salam Rindu Tuk Sahabat-sahabat Tercinta
Ditulis oleh Awalludin Ma'rifatullah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://awalludin-rois.blogspot.com/2014/02/salam-rindu-tuk-sahabat-sahabat-tercinta.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

credit for cara membuat email - Copyright of Dunia Bahasa.