Renungan (IBU....)
Rabu, 26 Februari 2014
2
komentar
Ibu…
Ibu adalah orang yang telah mengandung, dan telah melahirkan
kita, dari rahim ibulah tempat kita bertahan selama 9 bulan 10 hari. Tiada
sesuatu apapun didunia yang dapat kita jadikan sebagai pengganti kasih sayang
seorang Ibu. dia lebih dulu melihat apa yang belum kita lihat..dan dia lebih
dulu merasakan sesuatu yang belum pernah kita rasakan..
Selengkapnya......
Tapi apakah kita tau,,semua yang kita lakukan telah membahagiakan
dirinya atau tidak?? bagi Kita semua yang merasa telah melakukan yang terbaik
untuk ibu Kita sendiri, berbahagialah, karena Kita tidak akan pernah menyesal. Tapi
bagi Kita belum melakukan hal terbaik untuk ibu Kita, saran saya, mari kita baca
dan kita renungkan tulisan berikut..
Pernahkah kita memikirkan apa yang ibu pikirkan sebelum kita
lahir?:
“Dulu, ketika Ibu kita menikah, Ia tidak pernah berpikir
punya anak seperti apa, bagaimana jaganya, membiayai sekolahnya hingga lulus
kuliah nanti… tapi Ia jalankan saja…
Ketika Ibu melahirkan diri kita, Ia hampir diri menyerah,
tapi demi melihat kita lahir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi anak yang
berguna, Ibu terus berjuang, walaupun harus mengorbankan dirinya demi kehadiran
kita di dunia ini…
Kita telah lahir ke dunia ini, pertama kali melihat kita,
ada perasaan bergejolak di dirinya, Ia terharu dan bangga sekali bisa membawa
kita ke dunia ini, Ibu berjanji, apapun yang terjadi, bagaimanapun susahnya
hidup ini, Ia berpikir bahwa kita harus
Ia besarkan dengan kedua tangannya…
Tidak mudah untuk membesarkan diri kita, kita sangat bandel ketika
kecil, suka bermain lupa waktu, berteman dengan anak-anak nakal, tidak mau
makan, susah disuruh mandi, susah dibujuk tidur waktu malam hari, kadang kita
marah dan bentak padanya, kadang kita mengejeknya, kadang juga kita menghinanya…
Ketika besar, kita merasa dirinya terlalu membatasi diri
kita, ini tidak boleh, itu tidak boleh, kita juga merasa dirinya terlalu kolot,
ketinggalan jaman, tidak mengerti apa mau kita, tidak setuju terhadap setiap
kelakuan kita…
Kita tidak sadar betapa sakitnya hati Ibu, tapi ketia Ia ingat
ketika pertama kali menggendong kita, ketika melahirkan kita, semua sakit itu
hilang seketika… kita adalah anaknya, anak kesayangannya…
Ibu telah berjanji akan membesar kita, apapun yang terjadi,
rintangan apapun yang Ia hadapi, karena kita anaknya… Harapannya kelak kita
bisa menjadi anak yang berguna… Ibu cinta pada Kita, karena kita anaknya…
Karena kita sebangai anaknya lah, yang memberikan kekuatan
pada dirinya, membuatnya mau bekerja keras pagi-siang-sore-malam, tidak takut
akan sakit, derita.. Karena kehadiran Kita lah membuat Ibu ada artinya, bisa
membesarkan kita dan mendengarkan kita memanggilnya IBU, sungguh betapa senang rasa
hatinya …
Ibu tidak berharap banyak, hanya suatu saat, ketika kita
sudah besar, kita dapat menjadi anak yang baik, bisa hidup yang enak. Ibu
mungkin sudah tua, tidak bisa hidup lama lagi, badannya kini sekarat, kerutan
muka sudah banyak, perjalanannya mungkin tidak lama lagi.
Jika kita bekerja keras, tidak perlu sampai memberikannya
rumah yang bagus, uang yang banyak, semuanya itu untuk kita saja. Ibu hanya
berharap kita mau menyisihkan sedikit waktu kita untuk menemani masa-masa tuanya,
bisa disamping ibu dan berbicara dengannya serta merawatnya, itu sudah lebih
dari cukup baginya…
Ibu Bangga dengan kita, mungkin tidak pernah terucap lewat
kata, tapi ibu rasakan dari lubuk hati yang dalam… Maafkan jika selama ini ibu
pernah marah dengan kita, memukuli kita, melarang kita ini itu, semua ini demi
kebaikan kita, …
Ibu Cinta pada kita … dari dulu, sekarang, dan selamanya…”
lakukan lah yang terbaik yang bisa Kita lakukan untuk
seseorang yang bernama IBU..
karena dia menjaga kita hanya sekali..merawat kita hanya
sekali, melindungi kita hanya sekali..dan bersama kita di dunia ini juga hanya
sekali..
Banyak di antara kita suka mengeluh tentang sifat negatif
ibu kita, tapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita
di keheningan sepertiga malam bangun untuk shalat tahajud mendoakan kita sampai
bercucuran air mata agar sukses dunia dan akhirat.
Mungkin di suatu malam beliau pernah mendatangi kita saat
tidur dan mengucap dengan bisik “nak, maafkan ibu ya… ibu belum bisa menjadi
ibu yang baik bagimu” kita mungkin juga lupa di saat kondisi ekonomi rumah
tangga kurang baik, ibu rela tidak makan agar jatah makannya bisa dimakan
anaknya. Ketika kita masih kecil ibu kira rela tidur dan lantai dan tanpa
selimut, agar kita bisa tidur nyaman di kasur dengan selimut yang hangat
Setelah semua pengorbanan telah diberikan oleh ibu kita
selama ini, lalu coba renungkan apa yang kita perbuat selama ini kepada ibu
kita? Kapan terakhir kita membuat dosa kepadanya? Kapan terakhir kita membentak-bentaknya?
Pantaskah kita membentak ibu kita yang selama Sembilan bulan mengandung dengan
penuh penderitaan? Oleh karena itu maka berusahalah untuk berbakti kepada orang
tuamu khususnya kepada Ibumu. Karena masa depan kita ada di desah doa-doanya setiap
malam. Dan ingat perilaku kita dengan orang tua kita saat ini akan mencerminkan
perilaku anak kita kepada diri kita nanti.
Maafkan anakmu ibu, yang belum bisa menjadi anak yang baik,,
belum bisa melakukan yang terbaik untukmu. Terima kasih ibu atas semua do’a dan
kasih sayang serta cinta yang selalu engkau berikan kepada kami...
Dan doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di
hadapan Allah. maka muliakanlah ibumu
DAN SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT….!!!
Semoga Ibu kita menjadi salah satu penghuni surga yang
dirindukan Baginda rosulullah Muhammad Saw, semoga ibu kita selalu diberkahi
Allah SWT, dan mendapatkan Tempat paling indah di sisi Allah, aamiin ya Rabb
al-aalaamiin....
Maafkan anakmu ibu, yang belum bisa menjadi anak yang baik,,
belum bisa melakukan yang terbaik untukmu. Terima kasih ibu atas semua do’a dan
kasih sayang serta cinta yang selalu engkau berikan kepada kami...
awenkbae1@gmail.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Renungan (IBU....)
Ditulis oleh Awalludin Ma'rifatullah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://awalludin-rois.blogspot.com/2014/02/renungan-ibu.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Awalludin Ma'rifatullah
Rating Blog 5 dari 5

2 komentar:
"kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah", begitu kata pepatah.
Perenungan memang sangat diperlukan ms broo
Selamat datang di dunia blogger, Salam karya... :)
Terima kasih mas bro adib,,,
kritik dan sarannya,, ditunggu,,,
Posting Komentar